SYSTEM PENDIDIKAN DI AUSTRALIA
By: Ngizzati Walngadomah AS
Perbandingan Pendidikan With Lecturer Ms. DR. Istiningsih
Negara-Negara bagian Australia
1. New South Wales (Sydney) (#2)
2. Victoria (Melbourne) (#3)
3. Queensland (Brisbane) (#4)
4. South Australia (Adelaide) (#5)
5. Western Australia (Perth) (#6)
6. Tasmania (Hobart) (#7)
kali ini saya akan mencoba berbagi apa yang saya dapat tentang sistem pendidikan di Australia berdasarkan informasi dari Mas Tom, seorang Australia yang berkunjung ke sekolah saya selama dua minggu ini (sayangnya seminggu terpotong untuk Ujian Nasional). Mas Tom (maaf saya lupa nama lengkapnya) ini adalah mahasiswa Hukum dan HI dari Universitas di Australia. Dia ditugaskan oleh Departemen Pendidikan untuk memantau sekolah-sekolah RSBI (termasuk sekolah saya Smansa Purwokerto).
pagi tadi, sewaktu pelajaran Bahasa Inggris, kami diberi kesempatan untuk sharing dan Mas Tom memberikan kesempatan pada kami untuk mengajukan pertanyaan kepadanya.
ada beberapa pertanyaan yang diajukan, namun pada kesempatan ini saya hanya akan berbagi tentang pendidikan di Australia berdasarkan apa yang dijelaskan oleh Mas Tom
Di Australia hanya ada dua tingkatan sekolah: sekolah primmary dan high school atau sekolah tinggi. pada sekolah tinggi, kira-kira pada kelas delapan. ada tujuh mata pelajaran yang dibebankan untuk siswa Australia. Di mana siswa Australia boleh mengambil apapun mata pelajaran yang disenangi tanpa bergantung jurusan IPA, IPS dan Bahasa, semisal chemistry dan geography (itu kan dua pelajaran yang ada di IPA dan IPS). Untuk ujian akhir. Di Australia tidak dikenal Ujian Nasional, melainkan Ujian state (atau provinsi di Indonesia) dan Ujian tersebut tidak menentukan kelulusan siswa Australia, melainkan menentukan kemana siswa untuk melanjutkan pendidikannya. tentu saja jika nilainya rendah siswa tersebut tak dapat melanjutkan pendidikan sebagai dokter.
berapapun nilai yang tuntas dari Ujian tersebut, siswa tersebut bisa dinyatakan lulus. bahkan jika dapat nol untuk semua mata pelajaran siswa tersebut masih dinyatakan lulus. akan tetapi kelulusan tersebut tak berguna. artinya: siswa tersebut akan sangat sulit untuk melanjutkan pendidikannya.
siswa Australia sana juga melakukan part time job untuk mendapatkan penghasilan.
http://myblog4famouser.com/sistem-pendidikan-di-australia/
Pendidikan wajib
Kehadiran sekolah adalah wajib bagi setiap pelajar di Australia. Kanak-kanak berumur 5–6 tahun menerima 11 tahun pendidikan wajib. Tambahan dua tahun lagi pada tahun ke-11 dan 12. Kadar literasi pada kadar 99%. Penilaian sistem pendidikan yang dilakukan oleh Kerjasama Ekonomi Dan Pembangunan (OECD) meletakkan pendidikan Australia di tangga ke-8 daripada 38 terbaik di dunia.[perlu rujukan] Programme for International Student Assessment meletakkan sistem pendidikan Australia pada 2006 di tangga ke-6 untuk Membaca, ke-8 untuk Sains dan ke-13 untuk Matematik.[1]
[sunting] Pendidikan swasta
Banyak sekolah dan universiti swasta telah ditubuhkan. Namun majoriti penduduknya menerima bantuan dan pembiayaan kerajaan. Kira-kira 58% rakyat Australia berumur dari 25-64 menerima pendidikan vokasional atau lebih tinggi.
[sunting] Bahasa
Setiap sekolah menggunakan bahasa Inggeris sebagai bahasa kebangsaan. Ini kerana Australia asalnya menjadi tempat buangan banduan dari Great Britain. Penghijrahan besar-besaran dari Britain dan negara-negara Eropah yang lain menjadikan Australia sebuah Eropah di Hemisfera Selatan. Tatabahasa dan ejaan mengikut bahasa Inggeris Britain. Kira-kira 80 % penduduknya berbahasa Inggeris di rumah. Lain-lain ialah orang Cina (2.1%), Itali (1.9%), dan Greek (1.4%).
[sunting] Sukan sebagai kurikulum
Sistem pendidikan di sebuah sekolah Di Australia membenarkan pelajarnya mengambil tidak lebih daripada enam mata pelajaran.
Mount Lawley Senior High School mempunyai 1,300 pelajar . Ditubuhkan sejak 1955 . Sekolah ini menjadikan sukan dan pendidikan jasmani sebagai kurikulum sekolah dengan mewajibkan pelajarnya mengambil dua jam pendidikan jasmani setiap minggu, yang turut dimasukkan elemen sukan. Sedangkan di Malaysia sukan dan pendidikan jasmani sebagai kokurikulum.
Sekolah ini juga membenarkan para pelajarnya mengambil maksimum enam mata pelajaran.Pelajarnya boleh memasuki universiti hanya dengan mengambil empat mata pelajaran sahaja dengan syarat mesti lulus dengan cemerlang.
Konsep serta fleksibiliti sistem pembelajaran sekolah ini telah menjadikannya sebagai antara sekolah terbaik di antara 50 sekolah di Australia Barat, bukan sahaja dari segi akademik tetapi juga di bidang sukan. Pendekatan fleksi memberi faedah meluas. Sistem pendidikan tidak boleh rigid dalam menguruskan sekolah.Tenaga pengajar bidang sukan mestilah mencukupi.
Sekolah juga berkongsi beberapa kemudahan sukan dengan Universiti Edith Cowan. Perkongsian ini dapat menjimatkan kos pembinaan kemudahan sukan. Selain itu sekolah itu mempunyai tujuh pasukan pancaragam yang serba lengkap.
Persekitaran pembelajarannya juga kondusif. Penglibatan dan komitmen ibubapa para pelajar dalam membantu meningkatkan prestasi anak-anak mereka . Hubungan antara komuniti dengan pihak sekolah amat rapat. [2]
http://ms.wikipedia.org/wiki/Sistem_Pendidikan_di_Australia
Pendidikan di Australia
Pendidikan wajib di Australia adalah selama 10 tahun, tetapi bagi yang meneruskan ke universitas diwajibkan selama 12 tahun. Kurikulum sekolah mengarah kepada kurikulum nasional Australia dengan pelajaran wajib seperti bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Sosial. Di penghujung kelas 10, siswa akan menghadapi ujian School Certificates. Lalu mereka bisa memilih untuk meneruskan sekolah atau kerja - atau melanjutkan sehingga menyelesaikan dan meraih Certificate kelas 12.
Program Sarjana
Untuk tingkat sarjana, seorang siswa dapat memilih jurusan art atau science selama 4 sampai dengan 5 tahun dengan nilai bahasa Inggris minimal IELTS 6.0. Siswa internasional harus mendapatkan sertifikat yang setara dengan Year 12 di Australia atau dapat mengambil University Foundation Year dan langsung melanjutkan ke universitas di Australia.
Pasca Sarjana atau PhD
Pelajaran universitas dapat diteruskan ke tingkat pasca sarjana. Gelas pasca sarjana tradisional biasanya dibidang "Arts" (MA) atau "Sciences" (MSc). Gelar pasca sarjana yang makin populer adalah Masters in Business Administration (MBA). Program Master berlangsung selama satu sampai dua tahun dan mengharuskan ujian dan tesis untuk syarat kelulusan. Bagi program tertentu, pengalaman dibidang riset dan bekerja dibutuhkan untuk mengikuti program doktoral, atau PhD, yang dapat berlangsung selama empat atau lima tahun di sekolah dan riset serta disertasi.
http://www.ef.co.id/upa/student-life/education-system-australia/?tc=FQ
Kategori: Beasiswa
Sekolah-sekolah
Para orangtua akan tenang karena mereka mengetahui bahwa sekolah-sekolah di Australia mengembangkan bakat-bakat individu para siswa muda dalam lingkungan multi kultural yang aman dan penuh perhatian. Sekolah Australia juga menawarkan berbagai macam mata pelajaran, para pengajar yang sangat terlatih dan berpengalaman, dan penggunaan teknologi yang sangat canggih dan mutahir serta laboratorium-laboratorium khusus.
Sekolah di Australia dibagi dalam dua golongan besar - sekolah- negeri dan swasta. Keduanya menerima siswa internasional dan mendapatkan dana dari pemerintah. Kebanyakan sekolah- bertipe "co-educational" (menerima murid pria dan wanita) dengan perkecualian beberapa sekolah menengah swasta. Sekolah-sekolah menengah swasta biasanya tidak " co-educational" dan sering berafiliasi pada agama tertentu.
Semua sekolah yang menerima siswa internasional harus terdaftar resmi pada pemerintah untuk memenuhi persyaratan khusus dibawah peraturan perundang-undangan Pemerintah Australia untuk menjamin kualitas pendidikan yang tinggi, tempat-tempat yang memuaskan serta proteksi keuangan. Persyaratan lainnya ialah menyediakan, atau mempunyai akses ke lembaga penyedia kursus bahasa Inggris khusus.
Lebih dari 12.000 siswa internasional terdapat di sekolah-sekolah Australia. Beberapa sekolah dan akademi disediakan khusus bagi siswa internasional. Lainnya masih menerapkan tradisi lama melalui pertukaran siswa mereka sendiri dengan siswa internasional. Pendaftaran masuk sekolah mungkin terbatas hanya karena terbatasnya tempat. Ada baiknya untuk mencari informasi tentang pendaftaran jauh hari sebelumnya dan menanyakan daftar tunggu (waiting lists).
http://infobeasiswas.blogspot.com/2007/04/sekolah-di-australia.html
Dialog Budaya dan Sistem Pendidikan Australia
Prodi Bahasa Inggris D3 Fakultas Pikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) UII menyelenggarakan Diskusi Budaya & Pelepasan PPL Tahun Ke 3 yang diselenggarakan pada hari Senin, 08 Juni 2009 bertempat di Ruang Sidang Lt 2 MSI UII Jl. Demangan. Acara bertema ”Australian Culture & Educational System” dan dihadiri oleh para siswa-siswi SMA yang berdomisili di Yogyakarta beserta guru pendamping, para dosen dan pengamat/pemerhati pendidikan. Acara tersebut menghadirkan seorang mahasiswa peserta pertukaran pelajar antara Indonesia-Australia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi UII dan UGM, Michael Adam Costa. Kehadirannya ditemani oleh Puji Rahayu, seorang dosen D3 Bahasa Inggris FPSB UII yang sedang menempuh pendidikan di Australia.
Dalam sambutannya, H. Fuad Nashori selaku Dekan FPSB UII membuka pembicaraannya mengenai adanya hubungan yang terkadang kurang harmonis antara Indonesia-Australia. “Sekembalinya para mahasiswa dari Australia nantinya diharapkan akan membawa sebuah wawasan dan perspektif baru mengenai hubungan yang lebih baik antara Indonsia-Australia”, harapnya. Dalam kesempatan tersebut, secara simbolik Dekan FPSB UII berkesempatan melepas para peserta PPL dengan menyerahkan passport kepada salah seorang peserta.
Dalam paparannya, Michael banyak bercerita tentang kondisi Australia, baik mengenai musim, kehidupan warga Australia pada umumnya serta kehidupan para pelajar Australia yang cenderung tertib dan rajin. Khusus mengenai pendidikan, Michael menceritakan sedikit mengenai sistem ujian SMA untuk masuk ke Universitas di Australia. Menurutnya, beberapa negara bagian di Australia memiliki sistem pendidikan yang berbeda. Namun demikian, masing-masing negara bagian tersebut harus taat terhadap garis pedoman utama yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional Australia. Dari sekitar 40 mata pelajaran yang ada, masing-masing murid harus memilih 6 mata pelajaran, termasuk mata pelajaran wajib yang terdiri dari Bahasa Inggris, satu jenis matematika dan satu jenis ilmu pengetahuan sosial atau alam.
Sedangkan Puji Rahayu juga turut berbagi bercerita tentang pengalaman pribadinya saat menuntut ilmu di Australia. ”Disana transportasi sangat nyaman. Jika kita tidak paham sebuah arah tujuan, kita tinggal meng-klik sebuah situs pemandu yang telah disediakan oleh Australia. Hanya saja, Anda harus berhati-hati saat membuang sampah. Beberapa teman dari Indonesia telah mendapat teguran dari Council dikarenakan mereka membuang sampah tidak pada tempatnya. Mengenai busana muslim (jilbab), sampai saat ini saya tidak mengalami permasalahan yang berarti, hanya saat anda mau melakukan shalat maka anda harus berhati-hati dalam memilih tempat karena banyak kepentingan yang berbeda disana”, ungkap Puji Rahayu mengingatkan calon peserta PPL.
Diskusi budaya ini sendiri dimaksudkan sebagai tambahan bekal pengetahuan mengenai budaya Australia, karena Prodi D3 Bahasa Inggris FPSB UII akan kembali menyelenggarakan agenda rutin tahunan berupa Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ke Australia. Untuk TA 2008/2009 kali ini, dipastikan ada 3 mahasiswa yang akan belajar langsung ke Australia. Mereka adalah Endah Puspita Dwi K (2008), Tika Yanti (2008) dan Dedy Kurniawan (2007) yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi. Seleksi calon peserta mahasiswa PPL ke Australia tahun 2009 ini, selain diukur dari kemampuan akademik yang memadai juga ditambah dengan tes Performance Art. Dalam tes ini, para calon diwajibkan untuk membawakan salah seni budaya Nusantara yang nantinya akan dipentaskan di Australia. Dijadwalkan ketiganya akan berada di Mornington Secondary College School Australia selama 2 minggu mulai tanggal 12-26 Juni 2009.
http://news.uii.ac.id/2009/06/dialog-budaya-dan-sistem-pendidikan-australia/
Jumat, 11 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar